Rabu, 18 Mei 2011
"Sesungguhnya,Allah Memang Sengaja...
Muslimah Solehah
"Harta yang paling berharga di dunia adalah wanita yang solehah"
Hadith Riwayat Muslim
Ibarat bunga, ada yang cantik apabila dipandang tetapi busuk baunya. Ada pula yang kurang menarik dan baunya juga kurang menyenangkan. Ada juga bunga yang tidak menarik pada pandangan mata kasar tetapi apabila dihalusi dengan mata hati, ternyata amat tinggi nilainya.
WANITA adalah makhluk Allah yang amat istimewa. Kemuliaan dan keruntuhan sesuatu bangsa terletak di tangan WANITA. Oleh yang demikian, Allah telah menetapkan hukumnya ke atas mereka; walaupun berat di pandangan mata si jahil dan ingkar tetapi ia ada kemanisan iman yang dicicipkan oleh WANITA solehah.
Kerana itulah, sebagai anak, dia menjadi anak yang solehah. Sebagai remaja dia akan menjadi remaja yang berhemah, sebagai isteri, dia menjadi isteri yang menyenangkan dan menenangkan hati suaminya, sebagai ibu, dia akan mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang dan pastinya sebagai hamba Allah, dia akan menjadi hamba yang tunduk dan menyerah diri hanya kepada-Nya.
Firman Allah dalam surah an-Nisa',ayat 24 yang bermaksud:
"Barangsiapa yang mengerjakan amalan yang soleh baik lelaki mahupun wanita sedang ia seorang yang beriman maka mereka itu masuk ke dalam syurga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun."
Selasa, 17 Mei 2011
Tangisan Yang Dikasihi Allah
Dalam dunia ini ramai orang yang menangis, akan tetapi sedikit sekali yang didapati orang yang menangis kerana takutkan Allah, menangis kerana mengenangkan hari Akhirat, menangis kerana gerunkan Neraka Allah dan rindukan Syurga Allah. Apa yang kita dapati kebanyakan manusia hari ini menangis kerana hal-hal lain yang bersangkutan dengan kepentingan duniawi semata-mata umpamanya menangis kerana tidak tahan dengan penderitaan hidup, menangis kerana kemiskinan, kesusahan, kesakitan, kehilangan orang yang dikasihi, gagal dalam peperiksaan, kecewa dalam percintaan, putus tunang, dicaci maki dan tidak kurang juga ada yang menangis kerana tersinggung atau kecil hati dengan tingkah laku seseorang.
Ahad, 15 Mei 2011
Bila wanita menjaga aurat..~
Sabtu, 14 Mei 2011
Surat dari wanita :)
pasangan hidup. Siapalah diriku ini untuk memilih
berlian sedangkan aku hanya hanyalah sebutir pasir
yang wujud di mana-mana. Tetapi, aku juga punyai
keinginan seperti gadis lain dilamar lelaki yang bakal
dinobat sebagi ahli syurga, memimpinku ke arah tuju
yang satu.
Tidak perlu kau memiliki wajah seindah Nabi Yusuf a.s.
yang mampu mendebarkan jutaan gadis untuk membuatku
terpikat. Andainya kaulah jodohku yang tertulis di luh
mahfuz, Allah pasti akan mencampakkan rasa kasih di
dalam hatiku, jua hatimu, kali pertama kita
berpandangan. Itu janji Allah. Akan tetapi selagi kita
tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan
kau zahirkan perasaan itu kepadaku, kerana kau masih
tidak mempunyai hak untuk membuat begitu. Juga jangan
kau lampaui batasan yang telah ditetapkan syara'. Aku
takut perlakuan itu akan memberi impak yang tidak baik
dalam kehidupan kita kelak.
Permintaanku tidak banyak, cukuplah dirimu yang menjadi harta buatku
sekiranya harta itu membuatkan aku dan kau lupa
tanggungjawabmu. Aku tidak akan sekali-kali bahagia
melihatmu begitu. Biarlah kita hidup di bawah jaminan
Allah sepenuhnya. Itu lebih bermakna bagiku.
bukan niatku :( *devotees*
Berjanji ku
Disuatu ketika
Bahwa aku takkan menduakanMu
Dan aku takkan biar sesiapa
Cuba memalingku dari jalan bahgia
Ooo...
Ternyatalah perjalanan ini
Tidak semudah yang ku tafsirkan
Jalannya berliku
Turunnya berliku
Jika tersilap langkah
Menyesal sesal selamanya
Kasih andai cinta yg kusemai
Rapuh menanti ditewas dugaan
Maafkan aku
Kiranya tak tertanggung
Segala harapan yang diberikan
Maafkan aku
Yang tiada berdaya
Kerna bukan niatku untuk melakukannya
Kasih andai cinta yg kusemai
Rapuh menanti ditewas dugaan
Maafkan aku
Kiranya tak tertanggung
Segala harapan yang diberikan
Mungkinkan ada pengampunan dariMu
Kembalikan fitrah kehambaanku
Hinanya aku
Merayu kepadaMu
Setelah kering dosa yang kulakukan
Maafkan aku
Yang tiada berdaya
Kerna bukan niatku untuk melakukannya
Jumaat, 13 Mei 2011
Tantangan IMAN...
yang imannya paling menakjubkan (man
a'jabul khalqi imanan)?" Demikian
pertanyaan Nabi Muhammad kepada
sahabatnya di suatu pagi.
Para sahabat langsung menjawab,
"Malaikat!". Nabi menukas, "Bagaimana
para malaikat tidak beriman sedangkan
mereka pelaksana perintah Allah?"
Sahabat menjawab lagi, "kalau begitu,
para Nabi-lah yang imannya paling
menakjubkan!" "Bagaimana para Nabi tidak
beriman, padahal wahyu turun kepada
mereka," sahut Nabi.
Untuk ketiga kalinya, sahabat mencoba
memberikan jawaban, "kalau begitu,
sahabat-sahabatmu ya Rasul." Nabi pun
menolak jawaban itu dengan berkata,
"Bagaimana sahabat-sahabatku tidak
beriman, sedangkan mereka menyaksikan
apa yang mereka saksikan."
Rasul yang mulia meneruskan kalimatnya,
"Orang yang imannya paling menakjubkan
adalah kaum yang datang sesudah kalian.
Mereka beriman kepadaku, walaupun mereka
tidak melihatku. Mereka benarkan aku
tanpa pernah melihatku. Mereka temukan
tulisan dan beriman kepadaku. Mereka
amalkan apa yang ada dalam tulisan itu.
Mereka bela aku seperti kalian membela
aku. Alangkah inginnya aku berjumpa
dengan ikhwanku itu!"
Berangkat dari riwayat di atas, saya
belajar memaknai iman sebagai sebuah
tantangan. Semakin tinggi tingkat
tantangan, semakin tinggi pula tingkat
iman kita. Semakin sulit kita
menjalankan sebuah keyakinan (iman),
semakin tinggi pula nilai iman kita di
sisi Allah.
Ilustrasi berikut mungkin bisa
menyederhanakan persoalan: Seorang
waliyullah tidak diragukan lagi telah
melihat berbagai "keajaiban" dan
"rahasia" Allah. Dia sudah menyaksikan
dan merasakan getaran cinta ilahi. Kalau
Allah mengangkat derajatnya, tentu saja
kita tak akan heran. Yang membuat kita
takjub adalah, seorang manajer yang
sangat sibuk dan telah menyaksikan bahwa
"time is money", namun tetap berusaha
menunaikan shalat lima waktu di
sela-sela kesibukannya. Begitu juga
dengan seorang kuli bangunan yang lebih
banyak menggunakan potensi otot
dibanding potensi otaknya, namun tetap
berpuasa di bulan Ramadhan meskipun dia
harus kerja di tengah terik mentari.
Bagi saya, manajer dan kuli bangunan
tersebut memiliki iman yang paling
menakjubkan.
Kita bukanlah sahabat Nabi yang
menyaksikan secara langsung betapa
mulianya akhlak junjungan kita itu;
kita juga bukan malaikat yang tidak
memiliki hawa nafsu;
kita juga bukan waliyullah yang telah
merasakan manisnya kasih sayang Allah.
Kita adalah manusia biasa yang penuh
dengan kelemahan.
Dalam kelemahan itulah kita masih
beriman kepada Allah. Dalam
ketidakhebatan kita itulah kita selalu
berusaha mendekati Allah. Di tengah
kesibukan dan beban ekonomi yang semakin
meningkat, kita tetap keluarkan zakat
dan sedekah. Tak sedikitpun kita akan
gadaikan iman kita.
Di tengah dunia yang semakin kompetitif,
kita masih sempatkan untuk shalat. Di
tengah godaan duniawi yang luar biasa,
kita tahan nafsu kita di bulan Ramadhan.
Di tengah kumpulan manusia yang putus
asa dengan krisis moneter ini, kita
masih bisa mensyukuri sejumput ni'mat
yang diberikan Allah.
Nabi Muhammad menghibur kita,
"Berbahagialah orang yang melihatku dan
beriman kepadaku," Nabi ucapkan kalimat
ini satu kali.
"Berbahagialah orang yang beriman
kepadaku padahal tidak pernah
melihatku." Nabi ucapkan kalimat
terakhir ini tujuh kali.






Get More Islamic Testi Here!