Blogger Layouts

I made this widget at MyFlashFetish.com.

zikrullah n doa

Ahad, 27 Mac 2011

GURU :)


بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ

Sebaik-baik GURU adalah . . .
Yang pribadi dan Akhlaknya amat baik untuk ditiru.

Sebaik-baik orang yang memberi Pelajaran
adalah . . .
Orang yang dengan pelajarannya ,
Dirinya Kian Baik & mepesona pribadi akhlaknya.

Sahabat Yang Baik adalah . . .
Orang Yang senantiasa hadir . . .
Disaat Kita Senang ataupun Susah.

Tapi SAHABAT SEJATI tidak hanya . . .
hadir disaat kita bahagia ataupun . . .
ketika duka menimpa.

Mereka itulah (Sahabat Sejati)
Orang yang senantiasa mengingatkan kita . . .
Ketika jauh kepada -Nya &
Senantiasa mengajak Kita . . .
Untuk terus berjuang di Jalan Nya.

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ
وَالعَصرِ ﴿١﴾ إِنَّ الإِنسٰنَ لَفى خُسرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذينَ ءامَنوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَواصَوا بِالحَقِّ وَتَواصَوا بِالصَّبرِ ﴿ ٣

"Demi masa...
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran".( QS Al-ashr: 1-3 )

Oleh kerana itu . . .
Marilah Kita bersyukur kepada ALLH SWT.
Yang telah mempersaudarakan Kita.

Sebaik- baik MURID adalah . . .
Murid yang tahu Etika & Menghormati GURUnya,
Mengamalkan Ilmu Yang Benar Yang Di Dapatkannya. . .
Menjaga nama baik sang guru, dan
Menghiasi dengan DOA kpd
Maha Pemberi Ilmu . . . Agar . . .
Sang GURU Terjaga Terpelihara dari . . .
Ilmu & Amal Yang Menggelincirkan,
Terjaga Terpelihara dari Tipu daya syaithon
yang menjerumuskan.

Semoga kita Di Media ini . . .
Berjumpa
&
berpisah
karena . . .
ALLAH SWT
Amin . . .

Terima Kasih Wahai GURU

_________________________________________


GURU belahan jiwa . . .
Kekasih yang sempurna . . .
Akhlakmu mempesona . . .
Duhai bulan purnama . . .

Bunga-bunga bersemi diatas tanah suci
Mekar Indah Mewangi
Cintamu kan abadi

Keseluruh penjuru . . .
Kau tegakan Agama
jagat Raya Gempita . . .
Menyambut Akhlak Mulia

Kunyanyikan Lagumu
Dengan senandung Rindu
kekasih yang ditunggu
Wahai kau "MAHA GURU"

Berlimpahnya cintamu
Mulianya ajaranmu
Tumbuh subur di qalbu
jantung, darah & nadiku

Guru jalan hidupku
hingga akhir hayatku
Ku ikut agamamu
Jangan tinggalkan aku

Maju bangkitlah jiwa
Hati penuhi cinta

Janganlah kau tergoda . . .
Oleh surga dunia
Karena tujuan kita . . .
Hanya ALLAH SWT semata

Wahai para perindu
tetapkanlah hargamu
Menuju sang petunjuk
Jalan Lautan Biru

Tuk Menggapai Fitrahmu
Makna Kesucianmu

(Mayada - "MAHA GURU")

Jumaat, 25 Mac 2011

Antara mata dan hati

”Mata adalah panglima hati. Hampir semua perasaan dan perilaku awalnya dipicu oleh pandangan mata. Bila dibiarkan mata memandang yang dibenci dan dilarang, maka pemiliknya berada di tepi jurang bahaya. Meskipun ia tidak sungguh-sungguh jatuh ke dalam jurang". Demikian potongan nasihat Imam Ghazali rahimahullah dalam kitab Ihya Ulumuddin.

Beliau memberi wasiat agar tidak menganggap ringan masalah pandangan. Ia juga mengutip bunyi sebuah sya’ir, "Semua peristiwa besar awalnya adalah mata. Lihatlah api besar yang awalnya berasal dari percikan api.

Hampir sama dengan bunyi sya’ir tersebut, sebagian salafushalih mengatakan, "Banyak makanan haram yang bisa menghalangi orang melakukan shalat tahajjud di malam hari. Banyak juga pandangan kepada yang haram sampai menghalanginya dari membaca Kitabullah.

Mari Kita Berakhlak Mulia...

Bismillah...

Manusia adalah cermin bagi manusia yang lain. Jika seseorang berbudi pekerti luhur terhadap orang lain, maka orang lain pun akan berlaku serupa terhadapnya. :) Ia akan merasakan bahwa dirinya hidup dalam masyarakat yang bersahabat.

Sebaliknya, bila seseorang bersikap buruk dan berkepribadian buruk serta bersikap keras kepada orang-orang disekitarnya maka mereka pun akan berlaku serupa terhadapnya. Dan barangsiapa tidak menghormati orang lain, maka orang lain pun tidak akan menghormatinya.

Perhatikan saja, seseorang yang berakhlak baik lebih dekat kepada ketenangan, jauh dari kegelisahan.. Lebih dari itu akhlak yang baik merupakan ibadah kepada Allah dan dianjurkan dalam agama kita , ISLAM.

Ingat firman Allah dalam surah al A'raf: 199 yang artinya "Jadilah engkau pemaaf, serulah orang-orang mengerjakan kebaikan dan berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh"

Ingat juga sebaik-baik tauladan kita umat manusia, siapa lagi kalo bukan Rasul tercinta, rasul yang kurindukan untuk bisa berjumpa dengannya... Hmm... Dalam surah Ali Imran ayat 159 :'Sebab rahmat dari Allah, maka kamu berlaku-lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri darimu. Karena itu maafkanlah mereka, memohonkan ampunan untuk mereka dan bermusyawaralah dengan mereka. Apabila kamu telah berbulat tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal".

Rasulallah Shallahu 'alaihi wassalam bersabda :" Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dari kalian adalah yang paling baik akhlaknya yang selalu merangkul ketika berjalan (menjaga persaudaraan) dan menyenangi dan disenangi. Orang yang paling aku benci dari kalian adalah yang suka mengadu domba yang memisahkan antara orang yang saling mengasihi dan mencari-cari aib orang yang bersih"

Indahnya jika setiap diri berakhlak baik.... 

Ya Allah...

Khamis, 24 Mac 2011

@..@ Wahai kau pasangan tulang rusuk yang Allah pilih untuk ku

 Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh..

''Bismillahirrohmaanirrohiim''

Wahai kau pasangan tulang rusuk ku.
Siapa dan dimanakah kau, aku menunggu.
Saat khitbah kau nyatakan pada ku,
Ku harap saat itu Indah dalam penantian ku..


Aku hanyalah sebutir pasir dihamparan luas,
Dilahirkan dengan suka cita'
Dibesarkan dalam kasih keluarga,
Dengan harapan suatu saat aku bisa bahagia,
Menemukan kekasih sejati yang memberikan Cinta,
Mengasihi dengan tulus apa adanya...


Wahai kau pasangan tulang rusuk ku...
Harapan tulus ku hatur untuk mu,
Semoga kau bisa berikan semua itu,
Menjadikan ku Insan bahagia dengan kasih mu,
Membuat ku dekat kepada Illahi Robbi ku...


Aku selalu merindukan mu,
Tuk berIbadah bersama dalam naungan kasih sayang mu,
Menciptakan Istana Tahajud dalam sujud panjang bersama mu,
Menggapai  keRidho'an dan Syurga Illahi Robbi ku...


Saat janji Indah sehidup semati kau ucapkan untuk ku,
Disaat kau Halal kan aku bagi mu,
Semoga saat itu adalah awal pengabdian ku,
Menjadi ma'mum yang sholehah bagi mu,
Mengabdikan diri sepenuh jiwa ku,
Berjuang bersama menegakan panji Islam itu tekad ku..


Kau adalah terIndah bagi ku,
Segala ucapan mu adalah sebuah titah bagi ku,
Selama itu baik dalam syari'at ku,
Dengan Ikhlas aku akan jalani dan menjunjung tinggi perintah mu...


Bersama kita arungi bahtera kehidupan baru,
Menciptakan keluarga Sakinah Mawardah Warrohmah dan Barokah,
Menjadi Madrasah Indah bagi buah hati kita,
Membentuk Mujahid dan Mujahidah, yang ditangan nya ada semangat Jihad,
Menegakkan panji-panji Islam,
Berjuang dengan hati dan jiwanya sebagai Syuhada'
Dengan balutan kasih sayang yang Indah...


Dengan keterbatasan yang ada pada ku,
Kau hadir sebagai penyempurna ku...


Rengkuh aku dalam kasih mu, saat aku berada dalam kelemahan ku,
Ketika Amarah merajai hidup ku,
Jadikan diri mu penyejuk hati dengan senyuman tulus dan perhatian mu..


Bimbing aku dengan kasih lembut mu,
Agar Dunia ini selalu Indah bersama mu...


Aku adalah tulang rusuk yang bengkok,
Akan tetep bengkok jika kau biarkan aku,
Akan patah jika kau paksa luruskan aku
Hanya kasih lembut mu yang bisa lakukan itu,
Karena kau adalah Nahkoda bagi ku....


Ku ingin gapai keRidho'an mu wahai pasangan tulang rusuk ku,
Karena Ridho mu adalah Ridho Illahi Robbi ku...


Kala Ikhlas mu.. menghantarkan ku ke Syurga itu,
Saat diri ini menutup mata meninggal kan mu,
Untaian Do'a dan senyuman Ikhlas kan mengantarkan ku,
Karena kau adalah kunci Syurga itu, wahai pasangan tulang rususk ku...


-------> Semoga bermanfaat <------

Andai ada Salah dan Hilaf,
Andai ada kata yg kurang berkenan mohon ma'af kan,
Kami hanya Insaniah fakir hamba Allah yang tiada Daya dan Upaya...
Salam Santun Ukhuwah fillah...


Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...

Bidadari berwajah manusia.



Bertanya si adik kecil pada sang bidadari berwajah manusia...
"Wahai kakakku, kenapakah lemah sungguh kaum hawa itu, asyik berteman tangis dan sendu sahaja."
Lalu berbicara si bidadari berwajah manusia; "wahai adikku. Bukan wanita itu lemah dek kerana tangis dan sendunya. Tapi disitulah wahai adikku, kekuatan utuh x ternilai andai pandai digunakan sebaiknya. Tangis sendunya wanita itu wahai adikku, bisa meleburkan ego seorang lelaki... menjadi 'izzah' yg plg gah bahkan lebih gah dr egonya seorang lelaki. Kerana sendu rayunya wanita itu, Musa a.s terselamat dr kekejaman Firaun. Duhai adikku, lembut wanita itu bukan lemah, tp senjata."
Si adik tidak berpuas ati. Lalu dipertikaikan lagi...
"Namun wahai kakakku, wanita itu fitnah dunia."
Tersenyum sang bidadari berwajah manusia.
"Pernahkah adikku dengar akan pesanan Ilahi pd hambanya? Wahai para lelaki yg beriman, tundukkanlah pandanganmu. Lalu Allah berfirman lagi antaranya bermaksud, wahai para wanita yg beriman, tundukkanlah pandanganmu, dan tutuplah auratmu. Lantas cuba adik nilai, pd siapa terlebih dahulu ALLAH dahulukan pesanannya? Pada hamba yg bergelar ar-Rijal. Kerana, andai sang lelaki menjaga pandangannya, maka tidak mungkin terlihat akan wanita yg menjadi fitnah pd dirinya. Dan tidak ALLAH lupakan pesanan buat wanita, agar memelihara auratnya kerana disitu lah kehormatannya. Sesungguhnya para wanita-wanita syurga bergelar Hurun 'Ain itu, mereka tidak memperlihatkan diri mereka kecuali pd para suami mereka sahaja. Dan mereka dikatakan wanita2 yg suci.Namun... wanita yg beriman itu, kata Rasulullah, lebih tinggi martabatnya! Bukan fitnah semata-mata jikalau ar-Rijaal dan an-Nisa' sama2 mematuhi pesanan Ilahi itu! Sesungguhnya wanita yg beriman yg solehah itu lebih baik dari ribuan lelaki yg soleh."
Adik masih x puas ati.
"Tapi kakakku, kenapa wanita itu menjadi peragaan? Tidakkah mereka merasa malu??"
Sang bidadari berwajah menguntum senyum penuh makna. Adus, semakin terasa mendalam kasih sayang pd penghuni jannah ini!
"Wahai adikku sayang. Al-Haya' itu dalam diri setiap insan. Wujudnya seiring dengan nafas insani. Dan al-Haya' itulah pakaian iman. Pada diri wanita itu, indah al-Haya' sebagai pembenteng diri. Namun, bila mana al-haya nya lebur, imannya runtuh. Kenapa mereka merelakan diri menjadi peragaan? Kerana mereka sebenarnya paranoid. Merasakan diri tidak cukup menarik... merasakan belum cukup lagi dunia melihat diri mereka. Mereka sebenarnya golongan yg kalah dr segi psikologi. Namun adikku... wanita solehah itu pasti melindungi diri mereka dr perbuatan murahan itu."
Adik garu2 kepala.
"Jadi kakak, masih adakah wanita yg solehah didunia ini? Bagaimana hendak adik kenali mereka???" Sang bidadari tersenyum lagi. Hati terdetik moga ALLAH merahmati mujahid kecil ini. Berjihad dalam dunianya sendiri.
"Wahai adikku. Di zaman Rasulullah, diperintahkan wanita2 yg beriman itu untuk menutupi aurat mereka, dengan itu mereka mudah dikenali sebagai wanita yg bermaruah. Maka demikianla adikku menilai mereka. Tp perlu juga dilihat pd hatinya... pd akhlaknya...
Di zaman ini, tidak susah membezakan wanita yg solehah dan yg toleh. Namun adikku... jgn dikau cemuh wanita yg toleh itu... kerana dlm hati2 mereka, tetap ada satu permata indah... perasaan cinta pd ALLAH... Kerana fitrah cinta pd Rabb itu sentiasa ada dlm jiwa insan. Adikku, mereka ini, tetap punyai keinginan utk kembali pd jalan yg mereka th hak ALLAH. Cuma kadang2 term solehah itu terasa berat di bahu mereka... Kadang mereka takut pd persepsi wara dan alim. Sedangkan itu cumalah persepsi. Hakikatnya, wara' itu bermaksud menjaga.
Maka sesiapa sahaja yg menjaga adalah wara'. Alim itu maksudnya mengetahui. Barangsiapa yg berilmu maka dia adalah alim dlm bidangnya. Persepsi yg salah pd dua perkataan ini menjadikan mereka takut untuk berubah kepada stage yg lebih baik. Kerena begitulah persepsi masyarakat. Sedangkan mereka alpa... ALLAH tidak menjadikan makhluk (ciptaan) ini tanpa tujuan dan garis panduan. ALLAH tidak zalim kepada ciptaanNYA. bila mana dia menciptakan hawa itu dari rusuk adam... Dia telah mengetahui apakah sebaik2nya buat makhluk bergelar Hawa ini... Ditinggikan martabat golongan HAWA ini... Tapi sayang... golognan HAWA ini kadang2 merendahkan martabat mereka yg ALLAH jdkan penuh kemuliaan...
Wahai adikku... 1001 keindahan penciptaan wanita.
Pandai2lah dikau menilai... antara permata dan debu2 kilauan pasir.
Wahai adikku... Wanita ibarat epal. Epal yg x berkualiti...amat mudah diperolehi kerana ia berguguran ditanah... Tapi epal yg tak mampu dibeli, ia berada di puncak. Susah dipetik, susah di gapai. Terkadang epal itu risau, kenapalah diriku belum dipetik. Lantas ia merendahkan martabatnya dan menggugurkan diri menyembah tanah. Sedangkan ia sebenarnya telah ALLAH jadikan begitu tinggi martabatnya. Sebenarnya..epal itu terlalu tinggi... elok sifatnya... sehinggakan tiada siapa yg berani memetiknya. Hanya pemuda yg benar2 hebat sahaja bisa
memperolehinya... Mungkin bukan di dunia... tp mungkin di akhirat? Biarlah jodohnya bukan di dunia... asalkan cinta ILAHI mengiringinya...tak semestinya dipetik di taman dunia rite? Tp lebih bermakna bile ALLAH sendiri yg mengarahkan hamba yg disayanginya utk memetik di taman akhirat kelak."
Adik terpaku sendiri. Mungkin membayangkan sepohon epal yg besar dengan buah2 epalnya yg kemerahan??
Sang bidadari lalu bangkit. Bicaranya sudah berakhir buat masa kini. Pasti kan dia sambung perbualannya dengan penghuni syurga ini. Wahai adikku... sungguh tulus bersih jiwamu. Benarlah kata ALLAH swt, kamu kanak2 adalah penghuni2 syurga!
Alangkah bertuah dirimu adik... Dan aku? Hanya bidadari berwajah manusia... berhakkah menjadi bidadari syurga?

Wallahu'alam

Rabu, 23 Mac 2011

TEMAN KU :)

Salamun'alaiQ,
Temanku sekelian,
Sekian lama telah ku nanti saat ini,
Sabar dan redha menjadi pendampingku setiap kali hadir emosi itu,

Teman,
ku berdoa agar kau fahami segala yang tersurat di hati ini,
Namun sering kali ku terbenam
dalam kekalutan dan keresahan
kerana sesungguhnya kau akan megerti nanti,

Teman,
Harapanku agar kau bahagia selalu,
doa dan tulus hati ini sentiasa menginginkan semangat jihadmu tetap abadi,

Temanku,
maafkan aku kerana tidak ada upaya untuk terus disisimu,
Dalam mencari bening-bening taQwa,
Aku sendiri terpenjara dalam dunia ciptaan sendiri,

Temanku,
Ketahuilah,aku masih setia disini,
Menanti ...
Dan menunggu saat dan waktu
untuk bersama kita tarbiyah dan fahami
erti sebuah perjuangan yang menuju cinta haQiQi dan Abadi,

Pintaku,
Teruskan perjuangan,
Jangan sesakali kau berhenti,
IstiQamahlah dan tegarlah
menghadapi segala cabaran dalam kehidupan ini.

Akhirnya,
Saat yang ku pasti nanti tiba jua,
Walaupun kini tak seindah dulu,
tapi ku bersyukur,
kerana penghujungnya,impian dan mimpiku
menjadi kenyataan dan ketahuilah,
keyakinanku tak pernah pudar..

Salam ukhwahfillah buatmu temanku,

Gerakkan langkahmu bersama,
 Doa dan harapan tinggi agar terus berada di atas arena  perjuangan suci ini.

"jadilah bunga yang terpelihara,kerana mahligai syurga itulah tempatnya..."

Ya Allah, Hanya Engkau Yang Satu

ya ALLAH,,,,
dengan izinmu,
telah banyak yang aku lalui,
hingga pernah resah jiwa ini,
hingga pernah resah hati ini,
cinta dunia pernah merantai hati,
walau tak pernah ku zahiri,
dalam sederap langkah perjalananku,

jika dulu telah kau izinkan,
aku merasai kahangatan kasih dalam alpa,
jika dulu engkau benarkan,
aku menikmati rindu hawa kepada adam,
jika dulu engkau biarkan,
aku di dalam bahagia yg sementara,
cukuplah wahai tuhanku..

kerana di sebalik semua itu,
aku pernah kehilangan cintamu,
pernah gersang jiwaku,
pernah tandus imanku,
derita itu merobek ketenanganku,
hatiku yang retak semakin retak,
solatku tiada lagi khusyuknya,
rukukku tiada lagi ikhlasnya,
sujudku bersama fikiran yang melayan entah ke mana,
tahajjudku sudah tiada serinya,
munajatku sudah hilang air mata,
imanku longlai untuk berkata kata,

dan YA ALLAH,,
setelah semua itu aku lalui,
dengan penuh susah payah,
ku gagahi jua langkah lemah ini,
berbekal harapan yang tidak pernah mati,
akhirnya ku temui cintamu yang haqiqi,
bahagia dan ketenangan abadi,,

bersama setiap sedutan nafas,
beriramalah tasbih,tahmid dan takbir,
hati ini bahagia mengingatimu,
hati ini derita dan sengsara bila melupaimu,
engkaulah kekasih dan cinta hatiku,
sekalipun tidak,
aku berasa kecewa kerana di kecewakan,
bahkan hatiku yang retak kembali pulih,
hatiku yang merana kembali damai,
hatiku yang sirna kembali menyinar,

syukurku padamu tuhan,
atas segala nikmat kurniaan,
nikmat rasa cinta yg cuma sedikit padamu ini,
jangan engkau lenyapkan,
jangan engkau kuburkan,
tapi,,
suburkanlah cintaku padamu tuhan,
biarkan hati ini,
terus mengharap,bergantung dan berpaut padamu,                                                                                                                                                                                                                           kurniakan padaku sekeping hati yang kuat,
agar aku terus hidup dalam cahayamu..........
selamanya,,....

Persahabatan antara lelaki dgn wanita yg m'harapkn x b'laku maksiat..b0leh ke..??

Sahabat mempunyai kedudukan yang begitu khusus dalam hati seseorang. Apa masalahnya apabila seseorang itu bersahabat dengan lawan jenisnya? Bolehkah kita bersahabat dengan jejaka atau sebaliknya?

Apabila berlaku persahabatan antara lelaki dan wanita sesungguhnya tidak akan ada jaminan hubungan ini benar-benar tulus dan murni. Sekurang-kurangnya, pasti ada harapan dan rasa memiliki. Tidak kira pada si jejaka atau wanita atau kedua-duanya sekali. Mesti ada kemungkinan walau pun pada kadar yang sedikit. Hubungan seumpama ini mempunyai batas atau dinding yang teramat nipis. Terlalu sukar dan rumit untuk membezakan adakah hubungan ini benar-benar sekadar persahabatan atau sudah mula menjurus kepada saling mencintai yang mengharapkan wujudnya hubungan hati dan fizikal. Suatu yang amat sukar dihindari untuk suka yang lebih dari sekadar sahabat. Maka mulalah si jejaka atau wanita itu mengangan-angankan “Kalaulah dia menjadi pendamping dalam hidupku”. Ketika inni sesungguhnya “tazyin syaitan” telah berjaya memainkan peranannya. Bisikan indah dari musuh utama dan pertama (syaitan) telah merempuh masuk ke dalam hati yang telah sedia ada dalam keadaan lemah dan longgar pertahanannya.

Berhentikan Proses Seterusnya!

Oleh itu, para muslimin dan muslimat yang dihormati, jika perkenalan kita sudah berubah menjadi simpati segeralah disusuli dengan pernikahan jika mahu proses persahabatan berlanjutan. Inilah persahabatan yang ideal. Manakala persahabatan di luar akad pernikahan bukanlah persahabatan ala sahabat (Rasulullah SAW).

Sebagaimana yang terjadi antara Ali dan Fatimah. Setelah pernikahan antara Ali dan Fatimah, maka Fatimah pun berterus terang kepada Ali. “Wahai Ali, sebelum aku bernikah dengan engkau di Kota Mekah ini, ada seorang pemuda yang menjadi idola di hatiku. Aku sangat inginkan kelak dia menjadi suamiku. Tapi semuanya itu aku simpan di dalam hatiku.” Kata Fatimah. “Kalau begitu engkau menyesal menikahi aku? Tanya Ali. “Tidak, kerana pemuda itu adalah engkau.” Jawab Fatimah.

Oleh itu, di dalam Islam kita dibenarkan menilai dan menyukai pemuda yang soleh namun ia tidak diluahkan dan memadai disimpan di dalam hati. Sesungguhnya cinta itu boleh ‘menghinggapi sesiapa sahaja’ termasuk orang yang beriman atau para pendakwah. Apabila batas-batas pergaulan dan percampuran antara lelaki dan perempuan dilanggar, proses persahabatan sebegini akan terus bergulir dan tak mungkin dihindari. Oleh itu tidak mustahil jika para pendakwah lelaki dan perempuan juga turut terjebak untuk saling rindu-merindui…..

Sudah terlanjur digosipkan….

Pengendalian diri ketika percampuran antara lelaki dan perempuan adalah suatu yang abstrak. Kita tidak mampu mengukurnya. Hanya Allah sahaja yang Maha Mengetahui. Adakalanya, kita berjauhan dari segi fizikal tetapi hati ‘berdegup’ hebat. Ada juga yang fizikalnya berdekatan tetapi hatinya biasa sahaja. Namun ini bukan bermakna kita dibolehkan untuk bergaul bebas.

Bagaimana pula jika sudah terlanjur digosipkan, daripada fitnah, baik nikah sahaja. Inilah salah satu kesilapan besar. Ia bukanlah keputusan bijak. Tindakan yang diambil dengan menikahi rakan tersebut akan membenarkan sangkaan dan tohmahan orang selama ini. Tindakan sewajarnya yang mesti diambil adalah segera hentikan hubungan tersebut. Jauhilah fitnah dengan mengendalikan hati, namun ketika hati tak terkendalikan jagalah jarak fizikal. Hindarilah perkara-perkara yang mengundang fitnah seperti memberikan hadiah, sering berdua-duaan, sering telefon dan seumpamanya.

Jangan Terperangkap

Hati manusia memang mudah berubah. Pagi kata benci petang pula kata rindu. Sesungguhnya hati merupakan bejana yang paling penting. Ia merupakan kunci segala-galanya. Hati mestilah dikendali dengan sebaik-baiknya. Manakala pandangan pula titik langkah awal yang amat perlu diawasi kerana dari ‘mata jatuh ke hati’.

Sebagaimana yang berlaku pada Ibnu Abbas, ketika menunaikan haji tergoda melihat seorang wanita, maka spontan Nabi SAW menegur dan memalingkan pandangannya dari wanita tersebut. Lalu bersabda:”Jangan kau ikuti pandangan itu dengan pandangan yang lain.”

Ketika inilah peranan iman yang kuat serta aktiviti “tazkiyatun nafs” (penyucian jiwa) perlu dimainkan. Di saat iman sedang merudum, sebaik-baiknya, minimakanlah aktiviti yang melibatkan lawan jenis. Walaupun dalam aktiviti keislaman, yang perlu dijaga adalah diri dan keimanan bukan sekadar jarak sehingga tidak berkomunikasi. Ingatlah, jangan sekali-kali ketika mengibarkan bendera kegiatan Islam dalam masa yang sama menjatuhkan Islam.

Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui kelemahan insan. Lalu Dia telah mengingatkan orang yang beriman serta umat Islam seluruhnya agar menjaga pandangan dengan firman-Nya: “Katakanlah kepada orang-orang beriman lelaki, supaya mereka menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan. Itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang mereka usahakan. Katakanlah kepada orang-orang beriman perempuan, supaya mereka menjaga kehormatannya dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasannya, kecuali apa yang biasa lahir daripadanya…..” (an-Nur:31-32)

Mencegah itu lebih baik dari mengubati. Jagalah batas-batas pergaulan agar tidak terlanjur memendam rasa. Berusahalah membataskan komunikasi dengan urusan-urusan yang penting, jangan sekali mencari alasan dan agenda untuk bertemu. Jangan sekali membuat agenda baru agar dapat berinteraksi kembali. Sesunguhnya jika ini tidak dikawal ia merupakan permulaan tidak berdisiplinnya kita dalam mengamalkan Islam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...